Jumat, 19-04-2024
  • Selamat Datang di Website Sekolah Adat Kampung Batara

HARMONI KAMPOENG BATARA BERSAMA SMANSA DI AKHIR BULAN JULI 2022

Diterbitkan : - Kategori : Cerita Kampung / Kolaborasi

Di penghujung bulan Juli 2022. Sahabat Kampoeng Batara masih tetap berkegiatan seperti minggu-minggu sebelumnya. Bersamaan pula, kegiatan belajar sahabat Kampoeng Batara menjadi kegiatan pengambilan film dokumentasi oleh sahabat SMAN 1 Glagah Banyuwangi.

Meski bersamaan dengan kegiatan dengan pihak lain, namun hal itu tidak mengganggu proses kegiatan yang telah disepakati oleh sahabat Kampoeng Batara saat diskusi. Seperti dokumentasi absensi, diskusi, menentukan kegiatan serta lainnya. Hal inilah yang juga menjadi konten dari pelajar SMAN 1 Glagah (SMANSA) Banyuwangi.

Berkesenian, mulai seni gerak, seni musik sampai seni vokal, menjadi kegiatan Sahabat Kampoeng Batara minggu ini. Selain sebagai alat untuk menandakan kegiatan rutin mingguan di Kampung Papring, bermain musik juga menjadi salah satu materi kurikulum yang ada di Kampoeng Batara.

Selain berkesenian, sahabat Kampoeng Batara juga beraktivitas melalui permainan tradisional. Seperti Egrang Bambu, Engklek, Dakon dll. Hal ini sebagai upaya pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional nusantara yang mulai ditinggalkan.

Tak ada yang bisa dihindari dari perkembangan jaman, semakin canggih Tekhnologi, semakin jauh dan banyak pula permainan tradisional yang ditinggalkan.

Berbeda ketika beberapa tahun lalu, masih banyak yang mengenal permainan tradisional seperti egrang, bakiak, congklak, kelereng, engklek, dan lain-lain.
Permasalahannya adalah, bukan kita tidak ingin menerima kemajuan teknologi yang terjadi saat ini. Namun perlu adanya penyeimbangan antara keduanya.

Dalam beberapa catatan akademisi, bahwa teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif,  namun juga membawa dampak negatif yang tanpa di sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami fase perkembangan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlunya untuk melestarikan kembali permaian tradisional, yang hampir ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak.

Mengingat, Indonesia sebagai Negara yang kaya akan warisan budaya dari bebagai penjuru daerah, ini adalah merupakan potensi lokal yang patut lestarikan, dan salah satunya adalah permainan tradisional.

Biasanya setiap daerah memiliki permaian-permainan tradasional masing-masing. Jika kita bandingkan permaian modern dengan permainan tradisional, tentunya akan lebih banyak manfaatnya permainan tradisional dibandingkan dengan permainan modern.

Seperti, melatih interaksi sosial, belajar kerjasama, menambah kreatifitas, juga melatih emosi.

Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan agar permainan tradisional tetap lestari. Yaitu, memperkenalkannya kembali kepada anak-anak, mengadakan workshop permainan tradisional, dan memberikan ruang Permainan Tradisional di setiap sekolah-sekolah formal.

SemangArt belajar dan terus menumbuhkan metode kolaborasi untuk generasi Ibu Pertiwi.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Bekerjasama dengan Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA)

Program Hibah PKM-K, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi T.A 2022