Kamis, 13-06-2024
  • Selamat Datang di Website Sekolah Adat Kampung Batara

PATHENG DUDU : PERMAINAN TRADISIONAL DI KAMPOENG BATARA

Diterbitkan : - Kategori : Kolaborasi

Anak-anak Sekolh Adat Kampoeng Batara sedang bermain Patheng Dudu

Beberapa anak Sekolah Adat Kampoeng Batara sedang asyik menumpuk beberapa balok kayu yang berbentuk acak. Tentu saja, ukuran balok kayunya kurang lebih seperti kepalan tangan anak usia 5-10 tahun.
Bentuk acak yang dimaksud, adalah tidak persegi empat dan tidak pula bulat. Maklum, setiap sudut telah buat rata dengan ukuran berbeda.

Anak-anak Sekolah Adat Kampoeng Batara terlihat fokus dengan penempatan buah balok yang berserakan di depannya. Jumlah permainan ini tidak sama, ada yang 6 buah untuk ukuran besar, 7 buah ukuran sedang, dan 8 sampai 10 buah untuk ukuran kecil.

Apa nama permainan ini? Kami menyebutnya permainan “Patheng Dudu”. Asyiiikk…. Yuk, kenalan dengan permainan Patheng Dudu.

Kalau pengertian secara harfiah bahasa Using/Osing, Patheng=rajin/tekun dan Dudu=Tunjuk-Petunjuk. Maka, pengertian secara umum, adalah rajin memberi petunjuk.

Disebut Patheng Dudu, karena permainan ini berasal dari Kabupaten Banyuwangi, dimana, ada masyarakat suku Using/Osing yang juga menggunakan bahasa Using/Osing, yang melatarbelakangi penamaan permainan ini.

Menurut salah satu pengrajin Patheng Dudu, permainan ini sama dengan puzzle, ada yang bilang wood balancing, wood craft dan sebangsanya. Hal tersebut, karena bahan utama dari jenis permainaan ini adalah kayu.

Disisi lain, model permainan Patheng Dudu juga sama dengan permainan untuk wilayah Jawa Barat. Bedanya, kalau di Jawa Barat,, bahannya menggunakan batu yang disebut “papancakan”, yakni tradisi menumpuk batu di sungai atau yang biasa dikenal “rock balancing” ala Sunda.

Menariknya, dalam situs Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kemendikbud (2016), permainan ini bahkan termasuk dalam kategori warisan budaya tak benda Indonesia dengan nama Papancakan.
Keren..!!

Sahabat Kampoeng Batara mengarjakan bagaimana bermain Patheng Dudu bersama sahabat lain dari luar Sekolah Adat Kampoeng Batara

Pada prinsipnya, baik patheng dudu maupun papancakan merupakan permainan menumpuk dan menyusun kayu atau batu hingga tinggi dan berdiri kokoh. Letak perbedaan di antara keduanya hanyalah adat dan tradisi setempat. Di Jawa barat, papancakan dianggap sebagai tradisi yang harus dilestarikan karena merupakan ajang berkumpulnya masyarakat setempat.

nah, sekarang kita masuk pada cara memainkan permainan patheng dudu yaitu dengan menumpuk dan menyusun satu-persatu potongan kayu yang tidak sama ukuran, tinggi, maupun beratnya menjadi sebuah susunan yang tinggi. Permainan tidak bisa dianggap remeh temeh, meski permainan ini hanya menumpuk dan menyusun, sisi dan potongan kayu yang tidak sama membuat kita perlu berhati-hati untuk memainkannya agar tidak oleng atau miring dan susunannya tetap berdiri tegak. Bisa dicoba..

Selain dinamika permainan Patheng Dudu cukup unik, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan dan didapatkan para pemainnya. Baik menggunakan kayu maupun batu. Seperti:

A. Melatih Konsentrasi
Salah satu cara untuk bisa membangun pola konsentrasi yang baik, bisa dilakukan dengan memmbiasakan permaianan Patheng Dudu. Karena dalam setiap perbedaan menyusun potongan kayu pada sisi hingga menjadi susunan yang tinggi, diperlukan kecermatan dalam menemukan sisi yang tepat. Nah, konsentrasi dalam membangun keakuratan penempatan posisi, menjadi kunci agar tumpukan kayu yang di susun tidak berjatuhan.

Bersama Ibu Sri Wahyuningsih Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek Bermain Patheng Dudu

B. Mengasah Kreativitas
Dari setiap sisi dan potongan kayu yang tidak sama ukuran, tinggi, maupun beratnya, selalu menciptakan ruang kreatif supaya bisa seimbang. Pada proses ini, tidak hanya pandangan mata yang fokus pada titik akurasi bidang pada bahan, namun melatih otak bagian kanan untuk berpikir cermat dalam menyusun potongan kayu menjadi susunan yang utuh. Jika tidak, pada susunan buah ketiga atau keempat, Patheng Dudu bisa berserakan dilantai.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi bermain Patheng Dudu bersama Sahabat Kampoeng Batara

C. Melatih Kesabaran
Perbedaan pada setiap sisi potongan kayu Patheng Dudu ini, memang diperlukan kesabaran supaya tumpukan alat permainan ini sesuai harapan. Mengingat, penyusunan tergolong rumit, maka tingkat kesabaran menjadi taruhannya. Meski tidak menggunakan durasi waktu saat bermain, namun latihan kesabaran akan menjadi dasar supaya bisa konsen, kretif dan bisa seimbang.

Kabid Sekolah Dasar Dispendik Banyuwangi Bermain Patheng Dudu bersama sahabat Kampoeng Batara

3. Melatih Keseimbangan

Bermain Patheng Dusu tidak hanya melatih otak bagian kanan. Tapi, juga melatih keseimbangan pada kedua bagian otak  untuk berpikir kreatif dan analitis yang tepat dalam melihat perbedaan sisi dan potongan kayu agar susunannya tetap bisa berdiri tegak. Keseimbangan olah rasa dan olah raga akan menentukan hasilnya.

Oiya, terkait permainan Patheng Dudu ini, sudah menjadi tulisan jurnal, lho. Nah, jika ingin mencobnya. Sahabat Batara bisa bermain bersama kami di Kampoeng Batara.

https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/algoritma/article/view/25058

Penulis : Tim Sekolah Adat Kampoeng Batara
Juru Kamera : Tim Sekolah Adat Kampoeng Batara

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Bekerjasama dengan Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA)

Program Hibah PKM-K, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi T.A 2022